Kebun
Raya Purwodadi merupakan salah satu objek wisata yang terkenal di Pasuruan. Disini udaranya dijamin segar dan yang pasti
murah meriah!

Kebun
Raya ini terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan
Lokasi ini terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu
Malang, Surabaya, dan Pasuruan.
Jarak dari kota Malang adalah 24 km ke arah utara, dan dari kota Pasuruan 30 km ke arah barat daya dan dari kota Surabaya 65 km ke arah selatan.
Luas Kebun Raya Purwodadi sakitar 85 ha, pada ketinggian 300m dpl dengan topografi datar sampai bergelombang.
Curah hujan rata--rata per tahun 2366 mm dengan bulan basah antara bulan November dan Maret dengan suhu berkisar antara 22 - 32 C.
Jarak dari kota Malang adalah 24 km ke arah utara, dan dari kota Pasuruan 30 km ke arah barat daya dan dari kota Surabaya 65 km ke arah selatan.
Luas Kebun Raya Purwodadi sakitar 85 ha, pada ketinggian 300m dpl dengan topografi datar sampai bergelombang.
Curah hujan rata--rata per tahun 2366 mm dengan bulan basah antara bulan November dan Maret dengan suhu berkisar antara 22 - 32 C.
Kebun
Raya Purwodadi memiliki fungsi, yaitu :
1. Melakukan inventarisasi, eksplorasi
dan konservasi tumbuh-tumbuhan yang
mernpunyai nilai ilmu pengetahuan dan ekonomi, langka dan endemik. Terutama untuk flora Indonesia dari dataran rendah kering.
2. Menyediakan fasilitas penelitian, pendidikan dan pemanduan, khususnya di bidang botani.
3. Menyediakan fasilitas rekreasi di alam terbuka.
mernpunyai nilai ilmu pengetahuan dan ekonomi, langka dan endemik. Terutama untuk flora Indonesia dari dataran rendah kering.
2. Menyediakan fasilitas penelitian, pendidikan dan pemanduan, khususnya di bidang botani.
3. Menyediakan fasilitas rekreasi di alam terbuka.
KOLEKSI POHON DAN TUMBUHAN
Polong-polongan
Digolongkan
menjadi 3 suku yaitu Mimosaceae, Caesalpiniaceae, dan Papilionaceae. Ada 157 jenis dari 70 marga yang
termasuk dalam suku-suku tersebut. Berbagai jenis polong-polongan dimanfaatkan
sebagai tanaman hias seperti jenis-jenis dari marga Amherstia, Brownea,
Cassia, Senna, dan Saraca. Selain itu, beberapa jenis
dimanfaatkan juga kayunya untuk bangunan seperti sonokeling (Dalbergia latifolia) dan wangkal (Albizia procera), tanaman penghijauan dan
tepi jalan seperti Angsana (Pterocarpus indicus), Akasia (Acacia auriculiformis) dan Soga (Peltophorum pterocarpum). Ada pula yang
dimanfaatkan sebagai tanaman obat seperti Johar (Senna siamea), Kedawung (Parkia timoriana), Dadap srep (Erythrina subumbrans), dan Dadap ayam (Erythrina orientalis).
Anggrek
Ditempatkan
di rumah kaca yang kondisinya disesuaikan dengan habitat alaminya. Ada sekitar
2.344 spesimen anggrek alam yang terdiri atas 319 jenis, 69 marga, dan 277
masih sp.. Sekitar 7 jenis merupakan anggrek endemik Jawa Timur seperti Appendicula
imbricata, Dendrobium arcuatum, Paphiopedilum glaucophyllum (Anggrek Selop), dan lain-lain. Sedangkan yang
terancam keberadaannya di alam antara lain Ascocentrum miniatum, Phalaenopsis
amabilis (anggrek
bulan), Coelogyne
pandurata (anggrek
hitam) asal Kalimantan dan lain-lainnya.
Palem
Palem
termasuk dalam famili Arecaceae dan merupakan jenis-jenis tertua
yang telah dijumpai sejak zaman Cretaceus, kurang lebih 120 juta tahun yang
lalu. Arecaceae sangat menarik dari segi botani, keindahan bentuknya,
keanekaragaman jenis dan kegunaannya. Famili Arecaceae di dunia diperkirakan
200-300 genus dan sekitar 2000-3000 jenis tersebar di daerah tropis dan sub
tropis. Indonesia merupakan pusat keanekaragaman palem dunia, dari jumlah palem
yang terdapat di dunia 46 genus di antaranya (576 jenis) terdapat di Indonesia
dan 29 genus merupakan palem endemik. (LBN-LIPI, 1978; Witono, 1998; Sharma,
2002; Chin, 2003).
Sebagai
salah satu lembaga konservasi tumbuhan ex-situ, Kebun Raya Purwodadi mempunyai
tugas melaksanakan inventarisasi, eksplorasi, penanaman koleksi dan
pemeliharaan tumbuhan dataran rendah kering yang memiliki nilai ilmu
pengetahuan dan berpotensi untuk dikoleksi (dikonservasi). Kebun Raya Purwodadi
seluas 845.148 m2 memiliki 174 famili, 904 marga dan 1.896 jenis dengan koleksi
Arecaceae sejumlah 60 marga 117 jenis dan 435 individu berdasarkan katalog 2006
(Suprapto et al., 2006).
Bambu
Sekitar 30
jenis bambu telah dikoleksi Kebun Raya Purwodadi, 16 jenis berasal dari Jawa, 2 jenis dari Maluku, 2 jenis dari Sulawesi, dan 10 jenis dari beberapa negara
Asia (Cina, Jepang, Thailand, India, dan Birma). Gigantochloa manggong (Bambu Manggong) merupakan
bambu endemik Jawa Timur , Gigantochloa apus (pring apus) sering
dipergunakan untuk mebel, kerajinan atau atap rumah, Dendrocalamus asper
(pring petung) rebungnya untuk dimakan, dan Schizostachyum silicatum (bambu wuluh) untuk seruling.
Paku
Koleksi tumbuhan paku ditata di bawah pepohonan besar dan
rindang, karena kelompok tumbuhan ini menyukai tempat rindang dan lembap.
Koleksinya mencapai 60 jenis dari 36 marga dan 21 suku. Di antaranya paku
sarang burung (Asplenium
nidus), suplir (Adiantum spp.), hata (Lygodium circinnatum), dan paku tanduk rusa/simbar menjangan (Platycerium
coronarium). Ada beberapa koleksi tumbuhan paku bermanfaat lainnya, seperti
paku sayur (Athyrium esculentum) yang
dapat dimakan tunasnya, Asplenium sp. dan Adiantum sp. sebagai
tanaman hias, paku
ekor kuda Equisetum
debile sebagai bahan pengobatan, Cyathea contaminans sebagai bahan
media tumbuh anggrek, dan hata Lygodium circinnatum sebagai bahan
kerajinan.
Obat
Terletak di
petak XIV G dan V A, ditata sedemikian rupa hingga berfungsi sebagai taman yang
menarik untuk dinikmati. Di antara koleksinya adalah Pace (Morinda
citrifolia), buahnya untuk obat batuk dan tekanan darah tinggi, daun ungu (Graptophyllum pictum), daunnya untuk obat wasir, Widoro upas (Merremia mammosa), umbinya untuk
obat kencing
manis, Sembung (Blumea
balsamifera) daunnya untuk obat asma, sakit jantung, Wudani (Quisqualis indica) daunnya untuk obat cacing
dan lain-lainnya.
2.